Peristiwaserah terima elektron ini terjadi pada senyawa NaCl alias garam dapur. Hal yang terjadi pada garam dapur yang terdiri dari Na dan Cl dapat dijelaskan sebagai berikut. Na merupakan golongan IA dimana IA memiliki elektron valensi 1, sehingga supaya stabil IA harus melepas 1 elektron. Konfigurasi elektron dari 11 Na adalah 2, 8, 1
Peristiwaperpindahan elektron berlangsung pada pembentukan senyawa menggunakan ikatan ionik. dalam ikatan ionik suatu atom akan melepas elektron membentuk ion positif (kation) dan atom lain akan menangkap elektron bebas sehingga terbentuk ion negatif (anion). Berikut ini adalah contoh pembentukan senyawa ionik: NHββΊ + Clβ» β NHβCl Pembahasan
Jawabanjawaban yang tepat adalah B. Pembahasan: Peristiwa Serah Terima Elektron Berlangsung Pada Pembentukan Senyawa Peristiwa perpindahan elektron terjadi pada proses pembentukan ikatan ionik.. Dalam kata lain, ikatan ionik terjadi antara ion positif (kation) dengan ion negatif (anion).
Vay Tiα»n Nhanh. Awalnya, reaksi redoks dipandang sebagai hasil dari perpindahan atom oksigen dan hidrogen. Oksidasi merupakan proses terjadinya penangkapan oksigen oleh suatu zat. Sementara reduksi adalah proses terjadinya pelepasan oksigen oleh suatu zat. Oksidasi juga diartikan sebagai suatu proses terjadinya pelepasan hidrogen oleh suatu zat dan reduksi adalah suatu proses terjadinya penangkap hidrogen. Oleh karena itu, teori klasik mengatakan bahwa oksidasi adalah proses penangkapan oksigen dan kehilangan hidrogen. Di sisi lain, reduksi adalah proses kehilangan oksigen dan penangkapan hidrogen. Seiring dilakukannya berbagai percobaan, konsep redoks juga mengalami perkembangan. Muncullah teori yang lebih modern yang hingga saat ini masih dipakai yaitu konsep redoks berdasarkan perubahan bilangan oksidasi dan berdasarkan serah terima elektron. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari konsep redoks berdasarkan serah terima atau transfer elektron. Oksidasi Reduksi sebagai Reaksi Serah Terima Elektron Konsep redoks yang melibatkan transfer elektron berkembang setelah diketahui adanya elektron-elektron dalam atom dan reaksi pembentukan senyawa ion lihat kembali materi tentang ikatan ion. Berdasarkan konsep serah terima elektron, reaksi redoks merupakan reaksi yang berlangsung melalui mekanisme serah terima elektron. Perhatikan reaksi berikut. 4Nas + O2g β 2Na2Os β¦β¦β¦. reaksi 1 2Nas + Cl2g β 2NaCls β¦β¦β¦. reaksi 2 Berdasarkan konsep reaksi redoks merupakan penggabungan dan pelepasan oksigen, maka pada reaksi 1 natrium mengalami oksidasi. Jika kalian perhatikan, reaksi 2 antara natrium dan klorin membentuk senyawa garam dapur NaCl mirip dengan reaksi 1 antara natrium dan oksigen. Berarti, pada reaksi 2 ini natrium juga mengalami oksidasi. Persamaan reaksi oksidasi natrium dapat dijelaskan dengan menggunakan konsep serah terima elektron. Perhatikan contoh reaksi pembentukan senyawa Na2O berikut ini yang dijelaskan berdasarkan konsep serah terima elektron! β‘ Na akan melepaskan elektronnya untuk membentuk ion positif Na+ Nas β Na+aq + e- β¦β¦β¦. pers. 1 β‘ Kemana elektron yang dilepas oleh Na tersebut? Ternyata, elektron ini diterima oleh oksigen untuk membentuk ion negatif O2- O2g + 4e- β 2O2- β¦β¦β¦.β¦. pers. 2 Agar jumlah elektronnya setara, maka pada persamaan 1 dkalikan dengan faktor 4. Kemudian ion Na+ dan O2- membentuk 2NaO. Sehingga secara lengkap reaksi di atas dapat pula ditulis sebagai berikut. 4Nas + O2g β 2Na2Os Semua proses pelepasan elektron disebut reaksi oksidasi. Sedangkan proses penangkapan elektron disebut reaksi reduksi. Jadi, reaksi oksidasi natrium dengan reaksi reduksi oksigen berlangsung secara serentak/bersamaan. Setelah elektron dilepas oleh natrium, elektron ini akan langsung diterima oleh oksigen. Poin Kimia Oksidasi = Melepas elektron Reduksi = Menangkap elektron Konsep tersebut berbeda dengan konsep reaksi redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen yang berlangsung secara terpisah. Jadi, tidak ada reaksi reduksi yang tidak menyebabkan reaksi oksidasi dan sebaliknya, karena tidak mungkin ada atom yang menerima elektron jika tidak ada yang melepaskannya. Hal tersebutlah yang dimaksud mekanisme serah terima elektron. Sehingga jika diaplikasikan pada reaksi antara natrium dan klorin pada contoh reaksi 2 di atas, maka dapat diketahui natrium mengalami oksidasi, sedangkan klorin mengalami reduksi. Untuk dapat lebih memahami konsep ini, perhatikanlah contoh-contoh reaksi yang dijelaskan melalui mekanisme serah terima elektron berikut ini. a. Oksidasi 2Nas β 2Na+aq + 2e- Reduksi Cl2g + 2e- β 2Cl-aq + Redoks 2Nas + Cl2g 2NaClaq b. Oksidasi 6O2-aq β 3O2q + 12e- Reduksi 4Al3+aq + 12e- β 4Als + Redoks 4Al3+aq + 6O2-aq β 4Als + 3O2q c. Reduksi Cu2+aq + 2e- β Cus Oksidasi Zns β Zn2+aq + 2e- + Redoks Zns + Cu2+aq β Zn2+aq + Cus d. Reduksi O2aq + 4e- β 2O2-aq Oksidasi 2Cas β 2Ca2+aq + 4e- + Redoks 2Cas + O2aq β 2CaOaq e. Reduksi 2H+aq + 2e- β H2g Oksidasi 2Ks β 2K+ + 2e- + Redoks 2Ks + 2H+aq β 2K+ + H2g Sekarang, coba kalian perhatikang gambar berikut ini. Selembar seng Zn dicelupkan ke dalam larutan CuSO4 yang bewarna biru. Setelah beberapa saat, larutan berubah warnanya menjadi biru pudar, dan di permukaan lembaran seng yang tercelup nampak adanya lapisan hitam. Reaksi redoks ini dijelaskan dengan mekanisme serah terima elektron, yaitu sebagai berikut. Zns + Cu2+aq β Zn2+aq + Cus Poin Kimia β‘ Oksidasi adalah peristiwa pelepasan elektron. β‘ Reduksi adalah peristiwa pengikatan elektron. β‘ Proses oksidasi dan reduksi berlangsung dalam satu reaksi. β‘ Oksidator adalah pengikat elektron. β‘ Reduktor adalah pelepas elektron. Contoh Soal dan Pembahasan Tentukan setengah reaksi dari reaksi-reaksi berikut. Tunjukkan zat oksidator dan reduktornya. 1. Mgs + 2HClaq β MgCl2aq + H2g 2. Cl2g + 2Brβaq β 2Clβaq + Br2l 3. Mgs + Fe2+aq β Fes + Mg2+aq 4. F2g + 2KClaq β F2g + 2KClaq Jawab 1. Reaksi pertama dapat juga ditulis sebagai berikut. β Mgs + 2HClaq β MgCl2aq + H2g β Mgs + 2H+aq β Mg2+aq + H2g Reaksi ini dapat ditulis dalam dua tahap yang disebut setengah reaksi, yaitu sebagai berikut. Setengah reaksi oksidasi Mgs β Mg2+aq + 2eβ Setengah reaksi reduksi 2H+aq + 2eβ β H2g + Reaksi keseluruhan Mgs + 2H+aq β Mg2+aq + H2g Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi yaitu HCl. Sedangkan reduktor adalah zat yang mengalami oksidasi yaitu Mg. 2. Reaksi kedua dapat ditulis dalam dua tahap yang disebut setengah reaksi, yaitu sebagai berikut. Setengah reaksi oksidasi 2Brβaq β Br2l + 2e- Setengah reaksi reduksi Cl2g + 2e- β 2Cl-aq + Reaksi keseluruhan Cl2g + 2Brβaq β 2Clβaq + Br2l Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi yaitu Cl2. Sedangkan reduktor adalah zat yang mengalami oksidasi yaitu 2Br-. 3. Reaksi ketiga dapat ditulis dalam dua tahap yang disebut setengah reaksi, yaitu sebagai berikut. Setengah reaksi oksidasi Mgs β Mg2+aq + 2eβ Setengah reaksi reduksi Fe2+aq + 2e β Fes + Reaksi keseluruhan Mgs + Fe2+aq β Fes + Mg2+aq Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi yaitu Fe2+. Sedangkan reduktor adalah zat yang mengalami oksidasi yaitu Mg. 4. Persamaan reaksi ke empat tidak terjadi proses reaksi kimia, hal ini dikarenakan reaktan dan produk masih merupakan zat yang sama. Jadi persamaan reaksi tersebut bukan merupakan reaksi redoks.
Ikatan kimia yaitu ikatan yang bisa terjadi karena adanya berbagai unsur didalam kondisi yang tidak stabil. Tapi, berusaha menjadi stabil seperti gas mulia dengan cara membentuk ikatan dengan unsur yang lain. Kalo dilihat dari jenisnya ikatan kimia dibagi menjadi 2, yaitu ikatan kovalen dan ikatan ion. Sekarang kita akan membahas salah satu jenis ikatan kimia, yaitu ikatan ion. Apa itu ikatan ion? Ingin tahu? Yuk, simak ulasannya dibawah ini! Pengertian Ikatan IonCiri-Ciri Ikatan IonSifat Ikatan IonProses Pembentukan Ikatan IonKeunikan Ikatan IonContoh Ikatan Ion Ikatan ionik ion yatu ikatan yang bisa terjadi akibat dari adanya perpindahan elektron dari satu atom menuju atom yang lainnya. Ada beberapa syarat sebuah ikatan ionik bisa terbentuk, diantaranya yaitu Berlangsungnya transfer elektron dari unsur elektropositif menuju unsur elektronegatif. Tercipta antara unsur yang elektropositif logam dengan unsur yang elektronegatif nonlogam. Unsur elektropositif akan melepaskan elektron yang membentuk kation, sedangkan unsur yang elektronegatif akan menangkap elektron yang membentuk anion. Tidak cuma itu aja, ikatan ionik juga bisa terjadi akibat adanya serah terima elektron. Jadi, menciptakan ion positif dan ion negatif yang konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia. Ion positif dan ion negatif diikat oleh sebuah gaya elektromagnetik. Senyawa yang dihasilkan disebut sebagai senyawa ion. Ciri-Ciri Ikatan Ion Ada beberapa ciri-ciri dari ikatan ion atau ionik yang perlu diketahui, diantaranya seperti Suatu ikatan ionik terbentuk melalui transfer penuh elektron valensi dari satu atom ke atom lain untuk mencapai suatu kestabilan. Jenis ikatan ini memungkinkan terbentuknya dua muatan ion yang berlawanan yaitu ion bermuatan positif atau kation dan ion bermuatan negatif atau anion. Keberadaan dua ion dengan muatan yang berlawanan ini akan menghasilkan gaya tarikan yang kuat antara keduanya. Ikatan ionik terjadi antara atom non logam dengan atom logam alkali atau alkali tanah. Ikatan ionik terbentuk dari atom yang memiliki perbedaan elektronegativitas yang besar bahkan lebih besar daripada ikatan kovalen polar. Senyawa yang terbentuk dengan adanya gaya tarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif disebut dengan senyawa ionik. Sifat Ikatan Ion Berikut dibawah ini, ada beberapa macam-macam sifat yang ada didalam ikatan ion, diantaranya yaitu 1. Membentuk Kristal Keistimewaan sebuah senyawa ionik yaitu senyawa tersebut berada dalam bentuk kristal. Pada tingkat atomik, suatu anion dan kation akan saling bergabung buat membentuk susunan struktur kristal tiga dimensi berdasarkan ukuran dari ion yang terlibat didalamnya. Suatu kristal memiliki struktur yang rapi dan berulang. Contohnya Dalam garam dapur NaCl memiliki struktur kristal kubus dimana ion Na+ dan Clβ akan membentuk susunan kubus secara berulang dan tentunya tiga dimensi. 2. Titik Didih dan Titik Leleh yang Tinggi Energi yang lebih besar diperlukan buat memecah ikatan ionik yang terjadi antara ion positif dan ion negatif dalam senyawa ionik. Makanya, titik didih dan titik leleh dari suatu senyawa ionik juga akan lebih tinggi dan umumnya lebih tinggi dari senyawa kovalen. Titik didih yang tinggi juga membuat senyawa ionik tidak mudah menguap. Jadi, umumnya senyawa ionik tidak memiliki bau yang menyengat, karena tidak ada zat yang berbentuk gas dan bisa dihirup oleh indra penciuman. 3. Entalpi Peleburan dan Penguapan yang Tinggi Sesuai dengan sifatnya yang memiliki titik didih dan titik leleh tinggi. Senyawa ionik juga memiliki kalor entalpi peleburan dan penguapan yang 10-100 kali lebih tinggi dibandingkan suatu senyawa molekular. Entalpi peleburan merupakan panas yang dibutuhkan buat melelehkan satu mol padatan dalam tekanan konstan. Sedangkan, entalpi penguapan yaitu panas yang dibutuhkan buat menguapkan satu mol senyawa dalam bentuk cairan pada tekanan tetap. 4. Keras Tapi Rapuh Kekerasan yang tinggi pada senyawa ionik akibat adanya tarikan yang sangat kuat antara ion positif dan ion negatif dalam senyawa ionik, jadi membuat satu dengan yang lain sulit untuk dipisahkan. Tapi, adanya tekanan bisa menginduksi gaya elektrostatik didalamnya buat memecahkan kristal tersebut. Saat suatu struktur udah mengalami split maka sangat mudah buat senyawa ionik tersebut untuk pecah. Makanya, suatu senyawa ionik memiliki struktur yang keras tapi rapuh. 5. Larut dalam Air Senyawa ionik merupakan senyawa yang mudah larut dalam air. Air merupakan sebuah senyawa yang bersifat sangat polar. Dimana, struktur air memiliki muatan dipol positif pada atom hidrogen dan dipol negatif pada oksigen yang disebabkan karena tarikan elektron oleh atom oksigen dimana atom ini memiliki nilai elektronegativitas yang tinggi. Adanya muatan dipol dalam air maka suatu senyawa ionik akan terdisosiasi dalam air menjadi ion penyusunnya dan masing-masing ion tersebut akan tertarik pada muatan dipol air yang berlawanan. Hal ini menjelaskan pernyataan diawal mengapa garam bisa larut dalam air dimana ion Na+ akan tertarik ke arah atom oksigen dari air, sedangkan ion Clβ akan tertarik ke arah hidrogen dari molekul air. 6. Larutan dan Lelehan Dapat Menghantarkan Listrik Dalam air, senyawa ionik akan terdisosiasi sebagai anion dan kation. Adanya anion dan kation memungkinkannya buat jadi konduktor listrik dimana masing masing ion itu yang akan bergerak dalam larutan buat mengalirkan listrik. Selain larutannya, lelehan dari senyawa ionik juga bisa menjadi penghantar listrik. 7. Isolator yang Baik Meskipun dalam bentuk larutan dan lelehannya dapat menghantarkan listrik, tapu padatan senyawa ionik tidak bisa menghantarkan listrik atau bersifat isolator. Karena, setiap ion terikat begitu erat dengan ion yang lain jadi tidak memungkinkan terjadinya pergerakan elektron buat menghantarkan listrik. Proses Pembentukan Ikatan Ion Setiap unsur harus berupaya buat memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia, bisa dengan cara melepaskan elektron atau menerima elektron agar stabil. Peristiwa serah terima elektron satu ini, bisa berlangsung terhadap senyawa NaCl alias garam dapur. Keterangannya Na adalah golongan IA yang IA mempunyai elektron valensi 1, sehingga agar stabil, IA harus bisa melepas 1 elektron. Kalo dilihat dari konfigurasi elektronnya, maka 11Na 2, 8, 1. Jadi, pada saat terjadinya pelepasan 1 elektron, maka elektron yang paling terakhir akan menjadi 8 sesuai kaidah oktet. Karena melepas 1 elektron, maka Na yang asalnya netral akan berubah menjadi bermuatan +1 Na+. Reaksinya Na β Na+ + e- yang berarti Na melepas 1 elektron, lihat elektron yang ada di bagian sebelah kiri panah. Lalu dimana kira-kira 1 elektron yang dilepas oleh Na? Elektron yang lepas tersebut ditangkap oleh Cl. Sebab Cl memiliki elektron valensi 7 dia termasuk golongan VIIA. Maka, kalo dilihat dari konfigurasi elektronnya 17Cl 2, 8, 7. Jadi, kalo Cl itu menangkap 1 elektron, konfigurasinya akan berubah menjadi 2, 8, 8, dengan elektron terakhir yaitu 8, ini udah mematuhi kaidah oktet. Karena Cl telah menangkap 1 elektron, maka Cl yang asalnya netral akan berubah wujud menjadi -1 Cl-. Reaksinya Cl + e- β Cl- yang berarti Cl menerima 1 elektron, lihat elektron yang ada di sebelah kiri panah. Pengaruh dari pembentukan Na+ dan Cl- sesuai dengan Hukum Coulomb, muatan yang beda jenisnya akan saling tarik menarik. Jadi, Na+ ini akan berikatan dengan Cl- dengan adanya gaya elektrostatik. Na+ + Cl- β NaCl Supaya lebih jelasnya, simak gambar dibawah ini Maka bisa diketahui, unsur pembentuknya seperti ini Ikatan ion = Logam + Non Logam Kalo digeneralisir, ikatan logam tersebut diantaranya yaitu Golongan IA kecuali H. IIA kecuali Be. IIIA Aluminium. Golongan transisi Golongan B. Sedangkan untuk non logam, diantaranya seperti Golongan IVA-VIIA. Jika VIIIA relatif stabil. Contohnya K2O memiliki ikatan ionik, karena K termasuk kedalam logam golongan IA dan O termasuk golongan non logam golongan VIA. CH4 tidak memiliki ikatan ionik, karena C termasuk kedalam golongan non logam golongan IVA dan H termasuk non logam golongan IA, tapi buat H sifatnya kovalen. KF memiliki ikatan ionik, karena K termasuk kedalam golongan logam golongan IA dan F termasuk kedalam golongan non logam golongan VIIA. Keunikan Ikatan Ion Berikut dibawah ini, ada beberapa keunikan yang ada pada ikatan ion, diantaranya seperti Senyawa ionik mudah sekali untuk menghantarkan listrik apabila didalam larutan. Ikatan ionik tercipta atau terbentuk antara ion logam ion positif dengan ion non-logam ion negatif. Ikatan ionik mudah sekali larut di dalam air serta pelarut polar lainnya. Senyawa ionik cenderung akan menciptakan kristal solid dengan titik leleh yang sangat tinggi. Penamaan ikatan ionik sederhana dimulai dari nama logam, lalu diikuti dengan nama non-logam penyusunnya. Contoh Natrium klorida. Ikatan ion terjadi karena adanya gaya tarik-menarik antar ion yang bermuatan positif dengan ion yang bermuatan negatif. Contoh Ikatan Ion Salah satu contoh ikatan ion yang paling sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari adalah garam dapur. Didalam garam dapur tersebut, berlaku suatu rumus kimia yakni NaCl Natrium klorida. Pada NaCl padat ada ikatan antara ion Na+ dengan ion Cl- dengan gaya elektrostatik, jadi hal tersebut bisa disebut sebagai ikatan ion. Bentuk kristal NaCl merupakan salah satu rangkaian antara ion Na+ dengan ion Cl-. Satu ion Na+ ini, dikelilingi dengan enam ion Cl- dan satu ion Cl- dikelilingi dengan enam ion Na+ seperti gambar diatas. Itulah beberapa pembahasan lengkap mengenai Pengertian Ikatan Ion. Gimana? Sangat mudah dipahami kan? Semoga pembahasan diatas, bisa membantu dan bermanfaat untuk kalian semua sobat π Originally posted 2021-08-04 114414.
Ikatan kimia merupakan ikatan yang bisa terjadi sebab adanya berbagai unsur di dalam kondisi yang tidak stabil namun berusaha menjadi stabil seperti gas mulia dengan cara membentuk ikatan dengan unsur yang lain, dan dilihat dari jenisnya ikatan, kimia dibagi menjadi 2, yakni ikatan kovalen serta ikatan Ikatan IonProses Pembentukan Ikatan IonKeunikan ikatan ionikContoh Ikatan IonIkatan ionik atau ikatan ion merupakan ikatan yang bisa terjadi akibat dari adanya perpindahan elektron dari satu atom menuju atom yang beberapa syarat sebuah ikatan ionik bisa terbentuk, diantaranya sepertiBerlangsungnya transfer elektron dari unsur elektropositif menuju unsur antara unsur yang elektropositif logam dengan unsur yang elektronegatif nonlogam.Unsur elektropositif akan melepaskan elektron yang membentuk kation, sementara unsur yang elektronegatif akan menangkap elektron yang membentuk hanya itu saja, ikatan ion ini juga bisa terjadi akibat adanya serah terima elektron sehingga menciptakan ion positif serta ion negatif yang konfigurasi elektronnya sama dengan gas positif serta ion negatif diikat oleh sebuah gaya elektrostatik. Senyawa yang dihasilkan disebut sebagai senyawa Pembentukan Ikatan IonSetiap unsur harus berupaya untuk mempunyai konfigurasi elektron seperti gas mulia, dapat dengan cara melepaskan elektron maupun menerima elektron agar serah terima elektron satu ini bisa berlangsung terhadap senyawa NaCl alias garam adalah golongan IA yang IA mempunyai elektron valensi 1, sehingga agar stabil, IA harus dapat melepas 1 dilihat dari konfigurasi elektronnya, maka 11Na 2, 8, pada saat terjadinya pelepasan 1 elektron, maka elektron yang paling terakhir akan menjadi 8 sesuai kaidah oktet.Sebab melepas 1 elektron, maka Na yang asalnya netral akan berubah menjadi bermuatan +1 Na+.ReaksinyaNa β Na+ + e- yang berarti Na melepas 1 elektron, lihat elektron yang ada di bagian sebelah kiri panah.Lantas dimana kira β kira 1 elektron yang dilepas oleh Na?Elektron yang lepas tersebut ditangkap oleh Cl. Sebab Cl mempunyai elektron valensi 7 dia termasuk golongan VIIA.Maka jika dilihat dari konfigurasi elektronnya 17Cl 2, 8, 7. Sehingga jika Cl tersebut menangkap 1 elektron, konfigurasinya akan berubah menjadi 2, 8, 8, dengan elektron terakhir yakni 8, ini telah mematuhi kaidah Cl telah menangkap 1 elektron, maka Cl yang asalnya netral akan berubah wujud menjadi -1 Cl-.ReaksinyaCl + e- β Cl- yang berarti Cl menerima 1 elektron, lihat elektron yang terletak di sebelah kiri panah.Pengaruh dari pembentukan Na+ dan Cl- sesuai dengan Hukum Coulomb, muatan yang beda jenisnya akan saling tarik Na+ ini akan berikatan dengan Cl- dengan adanya gaya + Cl- β NaClAgar lebih jelasnya, simak gambar di bawah iniProses pembentukan ikatan ion terhadap dapat diketahui, unsur pembentuknya adalahIkatan ion = Logam + Non LogamJika digeneralisir, ikatan logam tersebut diantaranyaGolongan IA kecuali H.IIA kecuali Be.IIIA Aluminium.Golongan transisi Golongan B.Sementara untuk non logam, diantaranyaGolongan VIIIA relatif mempunyai ikatan ionik, sebab K termasuk ke dalam logam golongan IA dan O termasuk golongan non logam golongan VIA.CH4 tidak mempunyai ikatan ionik, sebab C termasuk ke dalam golongan non logam golongan IVA dan H juga termasuk non logam golongan IA, tetapi untuk H sifatnya kovalen.KF mempunyai ikatan ionik, sebab K termasuk ke dalam golongan logam golongan IA serta F termasuk ke dalam golongan non logam golongan VIIA.Keunikan ikatan ionikBerikut ini adalah beberapa keunikan yang ada pada ikatan ionik, antara lainSenyawa ionik mudah sekali untuk menghantarkan listrik apabila di dalam ionik tercipta atau terbentuk antara ion logam ion positif dengan ion non-logam ion negatif.Ikatan ionik mudah sekali larut di dalam air serta pelarut polar ionik cenderung akan menciptakan kristal solid dengan titik leleh yang sangat ikatan ionik sederhana dimulai dari nama logam, lalu diikuti dengan nama non-logam penyusunnya. Contoh Natrium ion terjadi sebab adanya gaya tarik menarik antar ion yang bermuatan positif dengan ion yang bermuatan Ikatan IonSalah satu contoh ikatan ion yang paling sering di jumpai dalam kehidupan sehari β hari ialah garam dalam garam dapur tersebut, berlaku suatu rumus kimia yakni NaCl Natrium klorida.Pada NaCl padat ada ikatan antara ion Na+ dengan ion Cl- dengan gaya elektrostatik, sehingga hal itu bisa disebut sebagai ikatan kristal NaCl adalah rangkaian antara ion Na+ dengan ion Cl-. Satu ion Na+ ini dikelilingi dengan enam ion Cl- serta satu ion Cl- dikelilingi dengan enam ion Na+ seperti yang telah diilustrasikan oleh gambar di bawah Struktur NaCl 1 Cl yang dikelilingi 6 Na serta sebaliknya 1 Na dikelilingi 6 Cl.
peristiwa serah terima elektron berlangsung pada pembentukan senyawa